Sepintas renungan


   Sebuah hal yang biasa mengandung banyak pelajaran luar biasa, sering dijumpai dalam kondisi apa saja, tetapi selalu dilupakan begitu saja begitu saja. Komitmen dan semangat untuk mencapainya adalah peluang utama untuk medngetahui keajaiban dan rahasia disebaliknya, dia adalah dua nikmat yang sering diabaikan oleh manusia, sebenarnya apabila bisa dimanfaatkan nikmat tersebut, manusia akan berada pada posisi yang mulia dan menjadi makhluk yang dapat tempat yang tinggi, nikmat itu adalah kesehatan dan peluang waktu kesempatan yang ada.

   Coba kita lihat, perhatikan jutaan waktu dan keluangan masa kita tidak menyadarinya terbuang dan terbengkalai begitu saja, dari terbitnya matahari menuju pagi hari yang cerah sampai terang terlihat dan tampak indahnya sinar matahari, memasuki waktu yang lain hingga petang yang tua menuju malam yang gelap gulita, sampai ke penghujung senja hingga tersenyum mata yang indah lagi bersinar kembali.

   Apakah pikiran kita yang sempurna menyadari hal tersebut, tak semua akal pikiran yang bisa menyadarinya dan terarah untuk mengingat hal yang kecil demikian, Cuma orang yang menghidupkan hatinya dengan mengingat Allah SWT dan  senantiasa memperbaiki, mengoreksi, dan mengingat dirinya dalam kehidupan, apakah hari ini kebaikan yang dia lakukan semakin bertambah atau malah berkurang.

   Hidup ini mesti ada prinsip dan tujuan, jangan sampai kalah dengan para ilmuan dan cendikiawan-cendikiawan diluar sana, mereka mencoba dan meneliti berbagai permasalahan yang memang belum bisa memberi kebahagian mereka selamanya. Beranjak kepada dunia luar sana, dan dalam jangkauan yang begitu jauh, lihat para ilmuan dan sastrawan dunia sejarah tak pernah menyia-nyiakan kesehatan dan waktunya dalam mencari dan mencoba hal yang baru, untuk berekreasi menampilkan hasil karyanya. Pelajar dan guru disana beranggapan bahwa kerugian yang sangat besar adalah terbuangnya kesempatan untuk mengerjakan hal-hal positif dalam meraih kebahagian dan kemenangan yang sempurna kelak.

   Mulia dan tingginya derajat seorang manusia adalah diukur dari metodenya dalam mempergunakan waktu dan sisa umur yang ada dalam kebaikan, mulia karena selalu dalam kebaikan-kebaikan dan tinggi karena selalu ingin memperbaiki kondisinya dalam kesempatan yang sempit menuju hal yang baik.

   Maka, kia selaku generasi penerus bangsa kedepannya, harus bisa melawan keinginan dan kelalaian kita dalam hidup ini, maju dan berkembangnya ada pada tangan-tangan kita sekarang, mulai sekarang coba tantanglah diri kita untuk melakukan segala sesuatu yang selama ini kita anggap tidak bisa melakukannya.

Anda tertarik untuk membaca yang lain : Reduplah pelitaku



Oleh: Akhyar AY ABES 

0 Komentar