Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sehat Tanpa Berobat

 

Sehat Tanpa Berobat

majalahumdah.com - Hidup yang multikompleks di kehidupan dewasa ini membuat kita bisa terlanda "penyakit" aneh dan sulit diatasi, baik oleh kekebalan tubuh sendiri maupun obat-obatan. Bagaimana kiatnya agar kita tetap sehat tanpa harus sering berobat? Sudah bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan yang mampu melindungi badan dari serangan penyakit. Itu jika sistemnya bekerja! Kadang-kadang suka ngadat juga buka?. Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun, tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup untuk mencegah penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. Di mana-mana, mencegah sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang telah terjadi.

Berikut adalah beberapa tips hidup Sehat tanpa berobat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari. :

 

1. Tidak makan sebelum lapar dan tidak berlebihan dalam makan.

Gaya hidup ini diterapkan oleh Rasulullah Saw dan ini sungguh bisa dan sangat cocok diterapkan dan dijadikan teladan oleh umat zaman sekarang. Ini dibuktikan dengan berbagai pernyataan dari ahli kesehatan. Apa yang Rasulullah Saw praktekkan 1400 abad lalu telah bisa dibuktikan secara ilmiah oleh kemajuan ilmu pengetahuan.

 

2.  Duduk ketika hendak minum

Ketika merasa haus Rasulullah saw selalu meminum air dengan duduk terlebih dahulu. Cara ini juga terbukti menyehatkan secara ilmiah di mana ketika kita meminum air dengan posisi masih berdiri akan ada katup yang belum siap menerima tekanan air dan ketika duduk katup itu terbuka dan siap menerima air.

 3. Makan dengan tangan kanan

Makan dengan tangan kanan bukan hanya sekedar tradisi tetapi menurut sebuah penelitian juga merupakan salah satu gaya hidup yang sehat. Ketika makan menggunakan tangan kanan maka yang aktif adalah otak kiri di mana sifat otak kiri ini selalu teratur dalam berpikir. Sedangkan ketika makan menggunakan tangan kiri maka yang aktif adalah otak kanan yang memiliki sifat imajinasi dan acak. Jadi makan dengan tangan kiri dianggap kurang cocok menurut sebuah penelitian.

 4.  Tidak meniup makanan/minuman panas.

Dalam satu Hadis, Ibnu Abbas meriwayatkan “Bahwasanya Rasulullah Saw melarang menghembuskan nafas ke dalam bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan disahihkan oleh lainnya). Secara teori, hadis Rasulullah Saw tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah bahwa apabila kita menghembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), yang apabila bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3  atau sama dengan cuka  sehingga menyebabkan minuman itu menjadi acidic (bersifat asam). Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama akan dapat merusak kinerja ginjal serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

 

5. Tidak Tidur Setelah Subuh.

 Tidur setelah Subuh terbukti menjadi sumber penyakit dalam tubuh kita, salah satu saspek yang bisa kita teladani dari Fir’un adalah kebiasaanya yang tidak tidur di waktu subuh, sehingga dia jarang terserang penyakit. Jika Fir’un saja tidak tidur setelah subuh, maka kenapa kita harus kalah?

 6. Tidur kailulah (tidur sebentar sebelum waktu dhuhur)

 Tidur kailulah disunnahkan oleh Rasulullah saw karena dapat membantu dan menguatkan seseorang untuk terbangun dan beribadah di malam hari, serta dapat meningkatkan kualitas hidup. Nabiyullah Muhammad saw sudah mempraktekan tidur kailulah ini, dan memerintahkan kepada semua sahabat serta seluruh umat-nya agar mengamalkannya, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Tidur sianglah kalian, sebab para setan tidak tidur siang.” [HR Al-Thabrani].

 7. Baca Al-Quran

 Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Baca Juga: Allah Dulu, Baru Hamba-Nya

 Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

 

8. Puasa senin-kamis

 Seorang pasien bernama stuart Adams melakukan puasa dua kali dalam seminggu. Dia melakukannya untuk mencegah gangguan otak seperti Skizofrenia dan Alzheimer. Kepada BBC ia mengungkapkan, "Ada strain kegilaan yang diturunkan dalam keluarga saya, dan peluang muncul sangat tinggi," ucapnya.

 Puasa dua kali atau lebih dalam seminggu mampu menghindari obesitas dan juga mencegah timbulnya penyakit Alzheimer. Seperti yang dilakukan oleh Institute of Aging di Amerika, yang melakukan penelitian terhadap tikus, memberikan hasil yang memuaskan terhadap pemahaman penyakit Alzheimer dan reaksinya setelah di-puasa-kan.

 Penelitian yang dipimpin oleh Mark Mattson, profesor ilmu saraf dari Universitas John Hopkins terhadap manusia yang berpuasa dan pengaruhnya terhadap fungsi otak dan tanda-tanda awal Alzheimer.

Alzheimer memang belum ada obatnya, penyakit kerusakan otak ini sudah menelan korban hampir lebih 35 juta orang, namun pencegahan penyakit ini bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan puasa senin kamis.

Puasa juga mampu mengurangi kadar plak dalam otak, yang merupakan tanda awal Alzheimer. Studi yang dilakukan Mattson membuktikan bahwa, puasa akan meningkatkan produksi protein yang disebut neuritropik, yang diturunkan dari otak, meningkatkan pembelajaran dan ingatan. Pada saat yang sama, puasa juga mampu mencegah kanker payudara dan diabetes, seperti yang ditulis Michael Mosley.

9. Mandi sebelum Subuh

Mandi sebelum masuk subuh ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Menurut Dr. dr. Aru W. Sudoyo, MD dokter spesialis penyakit dalam dari FK UI dan RS Medistra, mandi pagi secara medis akan merangsang sistem peredaran darah dan persyarafan menjadi lebih aktif. Hal ini timbul sebagai reaksi terhadap rangsangan suhu dingin secara singkat. Sepanjang seseorang tidak sakit, maka mandi subuh atau sebelum subuh memberikan efek positif karena tubuh dicambuk oleh temperature rendah.

dr. Midi Hariyani, SpKK spesialis kulit dan kelamin dari klinik nusantara kuningan menyebutkan bahwa dengan mandi subuh dapat membangunkan tubuh yang terlelap dimana metabolisme tubuh sedang melambat. Diibaratkan membangunkan mesin yang awalnya pelan kemudian dinaikkan. Suhu tubuh akan dinaikkan mencapai kestabilan. Jantung menjadi terpacu untuk bangun,adrenalin meningkat, pembuluh darah jadi lebih lancar untuk bergerak sehingga aliran darah dalam tubuh menjadi sangat baik termasuk aliran ke kulit sehingga kulit tampak lebih fresh.

Lebih Menarik Lainnya di sini

10. Memotong kuku pada hari kamis dan jumat.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw: ” Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Kamis, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan masuk kepadanya al-’Afiah (kesehatan dan kesembuhan)”.

Demikianlah 10 motode menjaga kesehatan sebagaimana yang telah diajarkan dan dipraktekkan oleh Rasulullah saw. Inilah hikmah besar dari berbagai pensyariaatan hukum islam, hanya terkadang kita sebagai manusia saja tidak bisa memahami hal tersebut. Intinya, apa saja yang telah ditetapkan oleh syara’ maka itulah yang terbaik untuk kita, walaupun terkadang akal kita tidak atau belum bisa memahami kebaikan tersebut. Wallahua’lam.