Mencintai Allah Dulu, Baru HambaNya

Mencintai Allah Dulu, Baru HambaNya

 majalahumdah.com - Dilema percintaan menjadi sebuah wabah penyakit dikalangan remaja millenial sekarang,bahkan tidak sedikit dari efek percintaan yang merenggut masa depan dan kehidupan para penerus masa depan bangsa.banyak yang terlalu sibuk dengan cinta tetapi tidak memperdulikan cita-cita,banyak yang sering bercinta sampai lupa dengan orang tua dan kewajiban nya di dalam agama,semua ini berujung dari salah penitipan rasa cinta.

   Virus yang dipandang begitu indah ini memang sudah menjadi sebagai sebuah style dikalangan para pemuda,yang sayang beribu sayang nya lagi,dikarenakan terlalu tenggelamnya seseorang di dalam dasaran lautan cinta membuatnya lupa untuk menunaikan kewajiban nya selaku hamba Allah.

   Maka jagalah hati,simpanlah sebuah rasa sayang untuk suatu hal yang bisa membuat mu bahagia,karena jikalau sudah terikat dalam sebuah ikatan,semuanya terasa buta,yang namanya benar sudah menjadi salah,fakta malah berobah menjadi sebuah fiksi.hal ini pernah dikatakan oleh seorang ulama:

“Barangsiapa yang mencintai sesuatu,Maka dia akan diperbudak olehnya”

Maka karena dermikian lah,apabila seseorang menitipkan rasa cinta nya kepada orang yang salah,maka kehidupan nya penuh dengan rasa penyesalan.Begitu sebaliknya apabila cinta nya diperuntukkan kepada orang yang tepat,maka perjalanan hidupnya dipenuhi dengan rasa kebahagiaan.

   Cinta memang sebuah kata singkat ,tetapi tersirat beribu-ribu makna yang tak terlihat,makanya hati-hati dengan nama nya cinta,jangan pernah salah dalam bercinta,ini bukan sebuah mainan yang bisa dibuat semaunya.Sedikit saja salah dalam mencurahkan rasa cinta, akan berakhir dengan cerita derita,jikalau telah terjerumus dalam cinta,maka bersiap-siap lah  untuk sengsara,kenapa?Bukan kah cinta penuh dengan keindahan dan kesenangan?ini karena salah dalam memainkan rasa.Karena hakikat cinta yang sebenarnya akan menghasilkan sebuah kebahagiaan semenjak di dunia sampai akhir masa.Semua pahit dan sengsara kehidupan akan berpadu melahirkan cita rasa indahnya perjalanan dokumentasi kehidupan,maka bagaimanakah cinta yang sebenarnya itu?

  Rasulullah saw pernah mengatakan dalam sebuah hadis:

“kebenaran cinta itu terangkul dalam 3 perkara:pertama dia lebih memilih apa yang dikatakan oleh kekasihnya dengan apa yang diucapkan oleh orang lain.yang kedua,dia lebih memilih berkumpul di tempat kekasihnya dibandingkan dengan yang lain.dan yang ketiga,dia lebih memilih kerizaan sang kekasihnya dibandingkan dengan riza yang lain.”

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Hati

1.Dia lebih memilih apa yang dikatakan oleh kekasihnya dibandingkan dengan ucapan yang dikatakan oleh orang lain.

   Untuk terlahirnya sebuah kebahagiaan dalam hubungan cinta,tentu saja memerlukan sebuah nasehat satu sama lain,agar hubungan yang dijalankan tidak akan pernah retak dan hancur di ambang penderitaan .Maka  pada permasalahan  nasehat atau sebuah pemberitaan bagi kita selaku muslim,ya mestinya harus memilih apa saja yang diperintahkan oleh sang pencipta yaitu Allah swt,merenungkan dan mendengarkan tentang apa saja yang Allah beritahukan kepada hambanya,inilah hakikat cinta yang sebenarnya.Jika di dalam kehidupan nya  masih simpa siur dalam memilih sebuah nasehat atau berita,tidak berpedoman apa yang telah ditetapkan oleh Allah,maka sungguh dalam kehidupan nya tidak diragukan lain,pasti dalam kehidupan insan tersebut jauh dari namanya kebahagian.

   Jika dia mengaku pencinta kepada rasul,ya tentunya dia akan mengerjakan apa saja yang di anjurkan oleh rasulullah.Dia lebih berpegang terhadap kata-kata rasul dibandingkan dengan bujukan rayuan orang lain.Maka inilah sumber kebahagian,sudah jelas mengapa orang tak pernah merasakan kebahagiaan ,mengapa di dalam kehidupan rumah tangga ataupun menjalankan subuah hubungan cinta tak pernah merasakan yang namanya kesenangan,dikarenakan sumber semua itu adalah berpaling daripada perkataan kekasihnya dan lebih memilih ucapan kekasih butanya.

  Maka intinya jika kita ingin memiliki seorang pedamping hidup yang bisa membuat kita bahagia,maka ikutilah dan berpeganglah terhadap apa saja yang telah ditetapkan oleh Allah dalam alquran,dan laksanakan semua anjuran rasulullah yang pernah beliau sampaikan di dalam hadisnya,pilihlah seorang pedamping hidub yang sesuai dengan kriteria yang telah Allah dan nabi jelaskan di dalam agama nya.

2.Dia lebih memilih berkumpul dengan kekasihnya dibandingkan berbaur dengan orang lain.

   Yang namanya sang pujaan hati,ya tentunya semenit saja tak bertemu bagaikan satu tahun tak berjumpa.Maka dia akan selalu berusaha menuju ke tempat dimana sang kekasihnya berada,dia lebih menyukai duduk dengan kekasihnya,menceritakan semua keluh kesah kehidupan yang telah mereka untai bersama.

   Berkumpul dengan seorang anak hawa yang sangat mereka cintai itu bukan lah hakikat cinta yang sebenarnya,karena sebagaimana yang telah terdahulu,yang namanya hakikat cinta itu adalah sesuatu yang dapat melahirkan sebuah rasa kebahagian.Maka lain halnya dengan ikatan cinta yang dijalan oleh seorang insan,walaupun telah dikorbankan semua untuk nya,kebahagian yang di dapat cuman di dunia saja tidak halnya dengan kehidupan di akhirat,rasa cinta itu menjadi sebuah beban yang harus dipertanggung jawabkan di akhir kelak nanti.

   Maka maksud dengan berkumpul dengan seorang kekasih disini adalah, seseorang tersebut selalu memilih majlis ilmu,mendengarkan tentang kisah perjalanan kekasihnya yaitu nabi Muhammad saw,merenungkan segala nasehat yang di sampaikan olehnya.dan dia juga lebih memilih tempat-tempat yang berhubungan dengan keagamaan,tempat yang membahas hukum-hukum Allah seperti pondok pesantren dan madrasah-madrasah lainnya.inilah bukti cinta sebenarnya,bukti bahwasanya orang tersebut mencintai Allah dan rasulnya.Bukan lah berkumpul dengan seorang kekasih dan berduaan dengan dirinya yang malahan perbuatan tersebut sangat di benci oleh Allah swt, dan nabipun tak pernah menganjurkan nya.

    Jikalau dibandingkan antara untain kata-kata manis dari sang kekasihnya dengan seberkas sinaran ilmu yang di dapat di dalam sebuah majlis ilmu,ya tentunya hikmah ilmu lebih lah utama,karena seberapapun indahnya perkataan sang pujaan hati,tidak akan berujung dengan kehidupan yang bahagia,semua angin harapan yang diberikan tidak kunjung di dapatkan.maka ikatkan lah hati kepada agama,dan rasakan semua kebahagiaannya.

3.Dia lebih memilih kerizaan sang kekasihnya dibandingkan dengan mencari kerizaan orang lain.

  Dalam sebuah hubungan, yang paling kita takuti adalah kemarahan dan kemurkaan seorang kekasih,rasa cinta yang telah kita tetapkan tidak ingin yang namanya retak di tengah jalan.Maka ini menjadi sebuah sumber yang harus sangat dijaga,sedikit saja salah dalam ber ulah maka semua harapan akan sirna,jadi yang namanya kerizaan seorang kekasih menjadi sebuah emas yang sangat berharga yang harus di simpan dengan balutan kasih sayang dan penuh dengan perhatian.

Baca Juga: 3 Alasan Muslimah Itu Istimewa

  Maka dalam agama pun yang paling ditakutkan Adalah kemurkaan Allah terhadap hambanya dikarenakan salah dalam melaksanakan anjuran yang telah ditetapkan dalam agama,maka ini akan berujung dengan kepedihan yang amat nyata,Tidak seberapa dengan perasaan sakit hati seorang pemuda yang gagal menjalinkan sebuah rasa cinta,sakit hati yang dirasakan,semua linangan air mata yang tercucur tidak akan sama dengan penyesalan seseorang terhadap Allah.Maka jika dia meyangka kesenangan kekasih adalah pegangan pertama, itu salah besar!,karena yang menjadi hakikat cinta yang sebenarnya adalah mencari kerizaan Allah dan rasulnya.

Maka inilah sumber kesenangan dalam kehidupan manusia,ikutilah tata cara ini agar semua cinta yang diharapkan dapat berujung dengan kebahagiaan.

Baca Juga: 7 Hal yang Dimiliki Aisyah yang Tak Dipunyai Wanita Mana Pun


Posting Komentar

0 Komentar