Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puasa Ulat Vs Puasa Ular, Mana Yang Patut Diteladani?



majalahumdah.com | Berpuasalah seperti puasa ulat, jangan seperti puasanya ular. Secara sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada orang mukmin saja, beberapa jenis makhluk hidup juga melakukan berpuasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya. Banyak contoh misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam Diantara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa ialah puasanya ular dan puasanya ulat.

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala. Tidak serta-merta ular bisa menanggalkan kulit lama, ia harus berpuasa tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah puasanya tunai kulit ular terlepas dan muncullah kulit baru. Ibrah dari puasanya ular adalah: 1) wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama, 2) nama ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ular, 3) makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama. 4) cara bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama, 5) tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

Ulat termasuk hewan paling rakus karena hampir sepanjang hidupnya dihabiskan untuk makan, tetapi begitu sudah bosan makan ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia mengubah badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kepompong, sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makanannya. Setelah berminggu-minggu puasa maka keluarlah dari kepompong seekor makhluk baru yang sangat indah bernama kupu-kupu. Ibrah dari puasanya ulat adalah: 1) wajah ulat sesudah puasa berubah indah mempesona, 2) nama ulat sesudah puasa berubah menjadi kupu-kupu, 3) makanan ulat sesudah puasa berubah menghisap madu, 4) cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar setelah berpuasa berubah terbang di awang-awang, 5) sifat berubah total, ketika masih jadi ulat menjadi perusak sebagai pemakan daun begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga. 

Puasa seharusnya mampu memperbaiki diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi khairunnas anfa'uhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya). (Redaksi)