Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SURAT CINTA KEPADA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW

 


Salam dariku Yaa Rasulullah kekasih Allah yang dijaga kesucian hatinya, yang memancar cahaya dari wajahnya dari wajahnya yang begitu indah dan agung serta mulia, wahai baginda junjungan alam.

Ya Rasulullah bagaimanakah keadaanmu di sana, adakah kau masih menahan lapar untukku, untuk kami ummatmu di masa depan? Adakah kau masih memilih untuk hidup serba tak kecukupan agar terpenuhi seluruh kebutuhan kami, ummatmu di masa depan? Adakah kau masih mencintai kami, ummatmu, padahal kami telah sama sekali tak menghargai penderitaanmu, dicaci maki yang kau jalani demi kebahagiaan kami, ummatmu.

Ya Rasul, tentu kini kau sedang menikmati kebahagiaan tiada tara di sisi Allah, tentu kau tak lagi menjalani hari-hari yang penuh caci maki dan lemparan bebatuan seperti dulu, tak lagi memakai pakaian-pakaian yang berkain tipis yang kau tambal sendiri. Tentu kau tengah menyaksikan kami dari sana yang jauh dari singgasana surgawi di sisi Allah SWT, kau tengah menyaksikan kami dan melupakan semua pengorbanan yang telah kau lakukan untuk kami, ummatmu.

Tentu kau telah melihat kami yang kembali pada masa jahiliyyah, yang telah susah payah kau lepaskan. Tentu kau sedang melihat kami tak mengingatmu lagi, maka izinkanlah aku meminta maaf karena semua itu. Ya Rasul izinkanlah aku untuk kembali belajar mencintaimu sepenuh hati. Maafkan aku ya Rasul, jika nyatanya selama ini tak ku hargai semua pengorbananmu berabad-abad lalu, yang menyebabkan kau di caci maki, diasingkan, diperangi, dinistakan, untukku, ummatmu.

Maafkan aku jika selama ini aku justru tenggelam dalam fatamorgana dunia dan melupakan semua yang telah kau berikan, lalai dari semua yang telah kau peruingatkan dan berpaling dari semua yang telah kau ajarkan, maafkan aku ya rasul, maafkan aku.

Maka izinkanlah aku bertanya, seberapa jarakkah aku denganmu, ya Rasul kelak ketika kau dan aku juga seluruh manusia yang pernah hidup dalam catatan waktu akan berdiri di padang mahsyar, seberapa jauhkah? Apakah aku selangkah jarak denganmu? Dua langkah? Sepuluh langkah? Ribuan langkah? Jutaan langkah? Atau terkirakan, seberapa jauhkah ya Rasul? Aku ingin tahu.


BACA JUGA : PROFIL SAHABAT ABDULLAH BIN UMAR

Ya Rasul apakah kau mendengar suratku? Aku sangat ketakutan, aku menggigil, aku takut jauh darimu kelak. Ya Rasul, siapakah kelak yang akan berdiri tepat disampingmu? Katakanlah padanya, betapa irinya aku kepadanya.

Tak mungkin aku tahu, tentu saja bukan aku, aku akan sangat jauh dari tempatmu berdiri. Aku akan terpojok dan terlempar jauh ke samping sudut dan berjarak dari tempatmu berdiri saat itu.

Ya Sayyidi, wahai yang menjadi tuan bagi ummatmanusia pada hari kiamat, wahai nabi pemberi syafaat yang mulia, adakah aku tergolong dalam ummatmu, sehingga ku berhak mendapat syafaat darimu?

Ya Rasul begitu takut aku jika aku tak termasuk ummatmu yang setia dan mencintaimu. Betapa takut aku jika aku termasuk dalam rombongan orang-orang yang ingkar, dan malupa terhadap semua peringatanmu, betapa takutnya ku jika jauh darimu, ya Rasulullah.

Adakah aku salah satu dari sekian banyak orang-orang yang akan kau berikan syafaat, agar diloloskan hisabku atau dipermudah mizanku?

Adakah aku salah satu dari sekian banyak umatmu yang kau angkat derajatnya untuk berjalan denganmu menuju surga?

Ya rasul, apakah aku akan berdiri di tengah rombonganmu, atau apakah aku akan berlari-lari digiring api menuju neraka, dimanakah aku? Dimanakah aku ya Rasulullah?

Ya Habiballah, wahai kekasih Allah izinkan aku dekat-dekat denganmu. Izinkan aku dalam rombongan dimana kau juga berada di dalamnya, memimpin kami, ummatmu ya Rasulullah. Tapi ya rasululah, pantaskah aku bersamamu sementara selama ini aku mengabaikan firman-firman Allah dan peringatanmu, sementara selama ini aku lalai, bahkan aku lupa padamu. Sungguh tidak pantas aku dekat-dekat denganmu kelak di Padang Mahsyar, aku tahu bahwa aku sangat tidak pantas, aku tahu, sungguh tahu, sejauh pengetahuanku  bahwa demi Allah aku tidak akan sanggup berdiri jauh darimu di padang mashsyar kelak, menderita digiring api menuju neraka.

Wassalam…

Oleh Fajar Ramadhan 2T