Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesempurnaan Islam Dalam Kacamata Sains

 Bukti Kesempurnaan Islam dalam Sains Modern



sebagai seorang muslim, kita semua pasti tahu bahwa Alllah memerintahkan kepada kita untuk beribadah, dan menganjurkan kepada kita untuk mengamalkan sunnah Rasulnya. Dan kita wajib untuk menaatinya, supaya kita mendapatkan imbalan yang tidak bisa dirasakan secara langsung, yakni pahala. Mungkin dari alasan itulah, ramai dari kalangan pemuda “gen z” merasa diikat oleh tali kemalasan dlam menjalani ibadah. Namun, perlu anda ketahui, oleh para ilmuwan terkemuka telah melakukan penelitian terhadap kelakuan/ hai’ah peribadatan muslim yang dijadikan objek observasi dan menemukan fakta yang sangat mengejutkan darinya. Yang ternyata, beribadah juga memberikan impact yang positif, juga real terhadap orang yang mengerjakannya.


Nah, berikut adalah ulasan dari beberapa ibadah yang memberikan efek positif secara nyata lewat perspektif sains.


  1. Shalat

Shalat merupakan tokoh utama dari segala ibadah yang menjaga tubuh kita agar lentur dan menghilangkan kekakuan akibat duduk terlalu lama, karena dari gerakan shalat tersebut yang dilakukan di setiap saat tertentu.


Sujud yang  merupakan salah satu gerakan dalam shalat menjadikan posisi otak lebih rendah dari pada jantung, sehingga peredaran darah ke otak berjalan lebih baik ketimbang posisi berdiri, sehingga otak memancarkan gelombang dengan frekuensi tinggi sehingga menyebabkan pikiran menjadi lebih tenang. Hal ini sejalan dengan salah satu firman Allah yang menyebutkan, tatkala kita mendatanginya di saat kondisi hati sedang putus asa, maka Allah akan memberikan ketenangan. Satu fakta yang mengejutkan dalam ranah metafisik (ghaib) datang dari ungkapan seorang dukun wanita dari Rusia, ia mengatakan bahwa orang-orang Islam yang menjaga shalatnya terasa terpancar darinya energi yang super besar sehingga sulit ditembus oleh sihir apa pun. 

  1. Puasa 

Puasa juga merupakan ibadah yang memiliki segudang manfaat. Salah satu darinya ialah memberikan waktu istirahat bagi metabolisme tubuh, sehingga dari jeda waktu tersebut mulai memperbaiki organ dan jaringan mulai dari kerongkongan hingga usus dari luka yang diperoleh, seperti karena mengonsumsi jenis makanan tertentu seperti biji dari buah delima/jambu biji, tulang ikan yang tidak habis dihancurkan oleh mulut, dan dari jenis obat tertentu yang bersifat asam kuat.

Rentang waktu subuh hingga magrib , ketika tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan karena sedang berpuasa, membuat tubuh memakai pasokan cadangan energi yang tersedia dan memulai proses AUTOPHAGY. Autophagy ialah proses tubuh memulai merekonstruksi dan mengonsumsi sel-sel tubuh yang telah rusak dan menjadikannya sebagai energi, sehingga proses Autopagy juga membuat diri menjadi lebih awet muda. Salah satu cadangan energi tubuh ialah gula. Jadi, ketika tubuh berpuasa, ia menjadikan gula sebagai energi sehingga gula darah menjadi terkontrol dan mengurangi potensi terkena penyakit diabetes melitus (DM).

  1. Larangan Berbuat Zina

Allah juga melarang kita dari melakukan seks dengan lawan jenis yang tidak memiliki ikatan yang sah, karena dampaknya yang sangatlah merugikan bagi kedua pelakunya, mulai dari meningkatnya risiko terkena penyakit prostat, terjangkit  virus HIV (bahkan obat untuk menyembuhkannya belum ditemukan), terlebih lagi bagi wanita yang bisa terkena kanker vagina karena efek dari bergonta-gantinya pasangan.

  1. Larangan Mabuk

Larangan yang satu ini juga merupakan turunan dari larangan menyakiti diri sendiri. Karena ketika seseorang mengonsumsi minuman yang memabukkan, yakni yang memiliki kandungan alkohol tinggi, ia akan merasakan kebas mulai dari kaki yang perlahan menjalar ke seluruh tubuh. Ini merupakan tanda awal dari mabuk. Ketika kadar alkohol dalam plasma darah menjadi tinggi, ginjal akan kesulitan berfungsi dalam membersihkan darah, sehingga berpotensi besar untuk gagal ginjal, jaringan otak menjadi mati, sehingga meningkatkan resiko stroke, bahkan bisa berakibat dijemput ajal. Poin ini dan poin sebelumnya mejadi bukti kasih sayang Allah kepada hambanya supaya terhindar dari penyakit.


  1. Wudhu

Sebelum melakukan shalat, seorang hamba diwajibkan untuk melakukan wudhu, supaya ia bersih dari  hadas dan najis yang telah membelenggunya dari diterima shalatnya, supaya shalatnya menjadi sah. Apakah sampai di situ saja? Tidak. Kalau dilihat dari kaca mata sains, anggota tubuh yang dibasuh, seperti wajah dan tangan adalah anggota tubuh yang paling sering terkontaminasi oleh kuman dan bakteri. Sebagian dari padanya ialah bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan penyebab dari kanker kulit.

Kalau dilihat lebih dalam lagi, ternyata sebelum kita diperintahkan untuk melakukan ibadah shalat dan sebagainya, selain dituntut agar suci dari hadas dan najis, kita juga dituntut supaya suci dari kuman dan bekteri.

Dari uraian itu, dapat kita simpulkan bahwa dalam ibadah yang kita jalani sehari-hari ternyata memiliki manfaatnya yang kadang tidak kita sadari. Berkat kerja keras ilmuwan dan para cendikiawan sainslah teknologi bisa berkembang pesat dari masa ke masa. Semoga setelah kita memahami hal tersebut, kita bisa lebih semangat dalam menjalankan rutinitas kultivasi, alias ibadah kita kepada Tuhan yang maha agung, yaitu Allah.


Wallahu a’lam.