Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ADA APA DI BALIK NAMA MUHAMMAD?

 



Ada nama yang begitu akrab di telinga kita,tetapi tak pernah kehilangan kemuliaannya.Dari masjid hingga madrasah, dari lisan orang tua hingga doa seorang anak, namanya tetap disebut dengan penuh cinta dan penghormatan.Nama yang tidak hanya dikenal di bumi, tetapi di langit pun namanya tetap membahana. Sosok yang bahkan seluruh dunia meneladannya. Bahkan Michael H. Heart mencantumkan namanya dalam urutan No.1 orang paling berpengaruh di dunia.Nama itu adalah Muhammad.Sebuah nama yang tidak hanya melekat pada diri seorang manusia, tetapi juga menjadi nama yang paling dikenal oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia.


   Namun, pernahkah terlintas dalam benak pikiran kalian, dari ribuan nama yang ada di muka bumi ini, kenapa harus nama Muhammad yang disematkan kepadanya? Bukankah menjadi suatu keanehan bahwa nama ini terlahir dengan sendirinya tanpa didasari oleh penyebab apa pun, bahkan akan menjadi suatu aib apabila setelah ditelusuri kalimat ini ditemukan arti yang kurang layak untuk disematkan kepadanya?Maka muncullah ulama untuk menjawab persoalan tersebut.


Nama bukan sekadar panggilan. Di dalamnya dapat tersimpan doa, harapan, bahkan gambaran tentang seseorang. Demikian pula nama Muhammad ﷺ. Nama yang Allah ilhamkan ke dalam dada Abdul Muthalib. Nama begitu asing di telinga kaum Quraisy. Sudah menjadi tradisi tersendiri bagi kaum Quraisy bahwa mereka menamakan keturunan mereka dengan nama nenek moyang mereka ataupun dengan nama kaumnya.Hal ini sudah menjadi tabu dalam kalangan kaum Quraisy. Namun Abdul muthalib dengan beraninya membawa inovasi yang begitu besar dalam kalangan Quraisy dengan menamakan cucunyamuhammad


Syeikh Zakaria al-Ansari menjelaskan dalam kitabnya Fathul Alam—kitab yang berdedikasi begitu tinggi—berdasarkan pendapat yang kuat bahwa disematkan nama Muhammad kepadanya berdasarkan ilham Allah Ta'ala kepada Abdul Muthalib karena berharap banyaknya pujian makhluk kepadanya karena begitu banyaknya terhimpun sifat terpuji padanya. Proses penamaan beliau terjadi pada hari ke -7 kelhirannya. Setelah proses penamaan tersebut, datanglah seseorang sambil bertanya, “Kenapa engkau menamakan cucumu dengan nama Muhammad? Padahal nama tersebut bukanlah nama dari nenek moyangmu, juga bukanlah nama sukumu.” Dijawab oleh Abdul Muthalib, “Dengan nama ini aku ingin agar cucuku ini dipuji oleh semua makhluk dari penjuru mana pun, baik di langit maupun di bumi. dan sungguh telah mewujudkan oleh allah harapan tersebut.


Namun, dalam naskah kitab yang lain disebutkan bahwa yang memberikan penamaan ini adalah ibunya sendiri—yakni Sayyidah Aminah. Hal ini didasarkan pada ketika Nabi dalam kandungan, datang seseorang menghadap ibunya seraya berkata, “Apabila anak tersebut telah lahir, maka namakanlah dia dengan nama Muhammad. Maka, karena isyarah itulah, ibundanya menamai beliau dengan Muhammad,karena berharap agar anaknya kelak dipuji oleh segenap penjuru dunia,langit dan bumi.


Pada dasarnya yang memberikan penamaan ini terhadap beliau adalah Allah,karena namanya terlebih dulu dicantumkan di dalam kitabnya jauh sebelum kelahirannya.


 Muhammad dan Ahmad adalah dua nama, satu terkenal di bumi dan satunya lagi viral di langit. Setelah menelusuri maknanya lebih dalam, bukankah Muhammad dan Mahmud memiliki makna yang sama, yaitu yang dipuji? Namun, mengapa Muhammad kata yang lebih layak ditujukan kepadanya? Hal ini bukan tanpa berdasar,melainkan karena alasan kalimat ini lebih berbobot ketimbang yang satunya.Hal ini dipahami dari kata Muhammad yang merupakan bentuk dari isim maf'ul dari kalimat yang berganda-ganda huruf ain fi'il. Sebagaimana yang dipahami dalam kitab nahwu bahwa ada satu qaidah yang berbunyi


زيادة البني تدل على زيادة المعني

“Bertambahnya bentuk kata menunjukkan bertambahnya makna yang terkandung di dalamnya.” 

Begitu juga dengan Ahmad. Terpahamnya kalimat ini mengandung makna mubalaghah karena meninjau bahwa kalimat ini berada dalam timbangan أفعل التفضيل,maka terpahamilah bahwa pujian yang paling tinggi ke dudukannya adalah milik beliau. 

Tahukah kamu bahwa segala gerakan salat dan bentuk tubuh kita terbentuk dari kata Ahmad dan Muhammad? Di saat kita mengerjakan salat, maka berdiri seperti bentuk alif, ruku seperti huruf ha, sujud seperti huruf mim,dan duduk seperti huruf dal, sehingga saat semuanya terkumpul, maka terbentuklah kata ahmad, sedangkan bentuk tubuh kita tanpa sadri terbentuk dari kata muhammad. Kepala kita sama seperti huruf mim, dua tangan kita sama seperti huruf ha, perut kita sama seperti huruf mim yang kedua, dan kedua kaki kita sama seperti huruf dal. Maka tersusunlah nama nabi kita yang mulia. sehingga agar tidak mencoreng nama beliau yang begtu mulia allah taala saat memasukkan orang kafir ke dlam neraka wujudnya terlebih dahulu menjadi anjing.

Lantas, mengapa begitu banyak umat Islam memberikan nama anak mereka Muhammad ataupun Ahmad? Apa sebenarnya yang tersembunyi di balik nama yang begitu akrab di telinga, tetapi sekaligus begitu mulia ini? Ternyata, dalam sejumlah riwayat disebutkan keutamaan yang dikaitkan dengan nama tersebut. Di antaranya terdapat sebuah hadis qudsi yang berbunyi

 قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أُدْخِلُ النَّارَ أَحَدًا تَسَمَّى بِاسْمِكَ 

“Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak akan memasukkan ke dalam neraka seseorang yang diberi nama dengan namamu.” 

Bahkan, dalam riwayat lainnya disebutkan kisah dua orang hamba yang diperintahkan untuk masuk ke dalam surga. Ketika keduanya bertanya apa yang membuat mereka layak memasukinya, 

Allah Ta‘ala berfirman: 

إِنِّي آلَيْتُ عَلَى نَفْسِي أَنْ لَا أُدْخِلَ النَّارَ مَنْ اسْمُهُ أَحْمَدُ وَلَا مُحَمَّدٌ 

“Masuklah kalian berdua ke dalam surga. Sesungguhnya Aku telah bersumpah atas diri-Ku bahwa Aku tidak akan memasukkan ke dalam neraka seseorang yang namanya Ahmad dan tidak pula seseorang yang namanya Muhammad.”

Tak heran jika nama Muhammad begitu dicintai dan banyak dipilih oleh kaum Muslimin dari generasi ke generasi. Dalam sejumlah kitab juga disebutkan anjuran memberikan nama Muhammad, karena nama ini bukan sekadar rangkaian huruf yang melekat pada seseorang, melainkan nama yang mengingatkan hati kepada sosok paling mulia, Rasulullah ﷺ. Bahkan, dalam berbagai kisah yang berkembang di tengah masyarakat Muslim, terdapat ungkapan bahwa para malaikat akan mendatangi rumah-rumah yang di dalamnya terdapat seseorang bernama Muhammad. Terlepas dari status riwayat-riwayat tersebut yang perlu diteliti secara ilmiah, kecintaan umat kepada nama Muhammad pada hakikatnya lahir dari kecintaan mereka kepada pemilik nama tersebut. Sebab setiap kali nama Muhammad disebut, hati seorang mukmin seakan kembali diingatkan kepada akhlak, perjuangan, kasih sayang, dan keteladanan Rasulullah ﷺ.