Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENUJU GEN Z BEBAS AMARAH


Ilustrasi marah
Oleh: BANG.HIDAYAT

Seperti yang kita ketahui, karunia Tuhan sangat luas,sehingga tak jarang manusia ini lebih unggul  dari hewan yang lain, seperti yang telah didefinisikan oleh para filsuf bahwa manusia adalah hewan yang berakal dikarenakan pada manusia ada salah satu bagian otak yang tak dimiliki hewan lain, yaitu prefrontal cortex yang membuat pikiran manusia lebih kompleks,ketika ada bahaya hewan hanya bisa menghindari tanpa ada alasan yang pasti kenapa ia harus menghindar,maka tak jarang kita lihat mengapa kucing dan ayam suka menyebrang sembarangan, beda dengan manusia disamping ia bisa menghindar ia tahu pasti apa alasan pasti ia harus menghindar. Dari penuturan tersebut, dapat dilihat perbedaan yang pesat bahwa manusia memiliki otak yang lebih kompleks dibandingkan hewan lain.


Selain itu, ada satu bagian otak yang menyimpan rasa takut dan kemarahan, yaitu amigdala. Letak amigdala berada di dalam lobus temporal otak, tepatnya di bagian tengah otak dan di sebelah hipokampus. Organ ini berpasangan di sisi kiri dan kanan otak. Ciri-cirinya menyerupai bentuk  kacang almond dan berposisi di dekat hippocampus,jauh di dalam lobus temporal medial,hampir sejajar secara vertikal dengan posisi mata.Pada kesempatan kali ini saya akan membawa Anda berjalan-jalan untuk menelusuri apa itu amarah,bagaimana menjadi pribadi bebas amarah,tanggapan Islam mengenai amarah dan masih banyak lagi. Mari kita mulai dari poin pertama.

Amarah itu apa, Bang?

Menurut para filsuf Yunani kuno, amarah atau kemarahan dipandang sebagai respons emosional yang kuat. Pandangan ini bervariasi, mulai dari para filsuf terkenal seperti Plato,Aristoteles, dan kaum Stoik.Kita mulai dari yang pertama.

Pandangan Plato

  • Bagian jiwa: Plato melihat amarah sebagai bagian dari jiwa yang penuh semangat (thumos).

  • Pemicu: Muncul saat seseorang merasa dihina, diabaikan, atau melihat perlakuan tidak adil.

  • Sekutu akal: Amarah bisa membantu akal menegakkan keadilan jika dibimbing dengan benar.

Pandangan Aristoteles

Sifat alami: Amarah adalah respons alami manusia saat menghadapi penghinaan atau rasa sakit yang tidak adil.
    Jalan tengah: Marah itu wajar, tetapi harus pada waktu, orang, dan cara yang tepat.Pengendalian: Aristoteles mengajarkan pentingnya mengelola emosi agar tidak berlebihan atau kurang. Detail pandangannya dibahas dalam ulasan.

Pandangan Kaum Stoa (Stoicism)

    Kegilaan sementara: Seneca dan filsuf Stoa mendefinisikan amarah sebagai hilangnya kendali akal secara sengaja.

Penolakan total: Mereka menganggap amarah sebagai emosi yang merusak yang lahir dari penilaian keliru tentang suatu kejadian.

Pengelolaan: Alih-alih menuruti amarah, seseorang harus melatih rasionalitas untuk menepis keinginan membalas dendam

Bang cuman para Filsuf romawi doang, ulama islam emang gak tau ya?

MARAH (GHADAB) DAN HAKIKATNYA DALAM ISLAM

Definisi Marah ( اَلْغَضَبُ )
Secara Bahasa
Marah ( اَلْغَضَبُ ) secara bahasa mempunyai beberapa makna, di antaranya:

اَلسُّخْطُ (kemarahan) atau عَدَمُ الرِّضَى بِالشَّيْءِ (tidak meridai sesuatu). Kita katakan: غَضِبَ عَلَيْهِ غَضْبًا وَمَغْضَبَةً , yaitu benci atau tidak ridha; غَضِبَ لَهُ, yaitu benci atau ia tidak ridha kepada sesuatu.اَلْعَضُّ عَلَى الشَّيْءِ (menggigit sesuatu). Kita katakan: غَضِبَتِ الْخَيْلُ عَلَى اللُّجْمِ , yaitu menggigit.

اَلْعَبُوْس  (kemuraman). Kita katakan: نَاقَةٌ غَضُوْبٌ وَامْرَأَةٌ غَضُوْبٌ yaitu bermuram muka.وَرِمَ مَاحَوْلَ الشَّيْءِ (membengkak di sekitar sesuatu). Kita katakan: غَضِبَتْ عَيْنُهُ , yaitu matanya yang membengkak; غَضِبَتْ yaitu bengkak di sekitarnya. اَلْكِدْرُ فِي الْمُعَاشَرَةِ وَالْخُلُقِ (buruk dalam bergaul dan berakhlak). Kita katakan: هذَا غَضَابِي, yaitu buruk dalam bergaul dan berakhlak dengannya.

Secara Istilah
Secara istilah, اَلْغَضَبُ yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa balas dendam demi menghilangkan badai di dalam dada, dan yang paling besar dari kemarahan adalah اَلْغَيْظُ hingga mereka berkata dalam definisinya: “Kemarahan yang teramat sangat.”

Bang, emang apa sih yang bikin kita selalu marah?

Menurut ahli psikologi, pemicu marah ini sangat beragam,pemicu ini dibagi menjadi 2 adakala internal maupun eksternal,mari kita bahas satu-satu dimulai:

pemicu internal

Adapun pemicunya di antaranya:rasa frustrasi akibat harapan yang tidak sesuai kenyataan,perasaan tidak dihargai,ketidakadilan, serta rasa sedih atau terluka yang mendalam seperti yang diriset para psikiater.

pemicu eksternal

Selain pengaruh jiwa, ketidakseimbangan jasmani juga membuat seseorang rentan marah, seperti kelelahan fisik atau kurang tidur yang mengakibatkan kurang kendali atas diri sendiri,rasa sedih yang berlebih,rasa lapar atau kondisi tubuh yang tidak nyaman(hangry),stres yang menumpuk seperti beban kerja yang menumpuk,atau tekanan hidup yang mengurangi kesabaran.

Perlu dicatat, sebenarnya rasa marah alami hanya bertahan selama kurang lebih 90 detik; sisanya tergantung pada apakah kita ingin melanjutkan kemarahan atau berdamai dengan hati.Karena rasa yang berlarut itu tergantung pilihan kita

Bang, aku orangnya sering marahan. Loh, solusinya apa ya?

Ada beberapa solusi untuk menghilangkan rasa marah diantaranya:


1. Mengetahui batas diri sendiri

sebagai makhluk ciptaan tuhan tentu kita memiliki batasan, kita tak bisa mengusai yang diluar kemampuan kita seperti ocehan maupun cemeohan orang lain,perendahan, ketidakadilan,musibah,dan bencana lain yang menimpa perasaan kita

2. Tetapkan batasan

Jika masalahnya masih bisa dikendalikan dan berasal dari orang lain, beritahu ia batasan yang bisa kita terima. Misalkan, bre,kalau cara bicaranya gini, maaf, gua gak bisa respect, atau bang, gaya bicaranya bisa diatur sikit gak?Atau, bro, gua kurang suka kalau main fisik.

3. kendalikan emosi

Tak jarang kita rasakan uapan amarah berasal dari kita yang kurang bisa mengontrol diri, ada nih solusinya di antaranya:

a. Tahu bahwa amarah alami cuma berkisar 90 detik pertama

b. Cari sumber masalahnya dan hindari

c. Cari tempat atau makanan yang bisa mendistraksi rasa marah

d. Cari dan minta-minta nasihat pada teman atau yang lebih tua karena lebih berpengalaman menjalani hidup