Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rangkuman ilmu maqulat

       

  By: Ridwan U2 S4

                                        

      Ilmu maqulat merupakan ilmu yang dirintis oleh filsuf Yunani klasik Aristoteles yang istilahnya “theten of kategoris” dan juga merupakan fan ilmu yang recomendet buat penuntut ilmu yang menelaah serta membedah di setiap  pembahasanya. Dikarenakan segala sesuatu dari sinilah bermula dan bermuara.


Fokus utama pembahasan ilmu Maqulat bukan meneliti isi alam semesta, melainkan memfatwakan seluruh realitas yang ada di alam semesta. Apakah di aradh (عرض) atau apakah di jauhar (جوحر) dengan memandang dia sebagai jaiz wujud?


  1. Pembagian Maqulat

Ikhtilaf ulama dalam mengklasifikasikan maqulat. Ada yang beranggapan maqulat terbagi kepada 4, yaitu: jauhar, kam, kayf dan nisbah. Ada pula yang mengatakan maqulat terbagi kepada 2, yaitu Jauhar dan Ardh. Dan ada juga yang membaginya menjadi 10 yang sering disebut (Maqulatil Asyrah). Inilah pendapat mayoritas ulama, dan tidak menutup kemungkinan ada maqulat lain selain demikian. Hal ini karena para ulama menggunakan metode istiqrak dalam mengklasifikasi maqulat.


Namun demikian, semua klasifikasi itu bermuara pada 2 maqulat, yaitu Jauhar dan Aradh. Adapun maqulat 10: jauhar, aradh, kam, kayf, aina, mataa, idhafah, wada’. milk, fiil dan infi’al.


  1. Jauhar (Substansi)

Jauhar adalah suatu yang perwujudannya tidak bergantung pada yang lain, berbeda dengan Aradh yang perwujudannya butuh kepada yang lain. Misalnya: ada sebuah gelas yang wujud keberadaanya tidak bergantung pada yang lain adapun aradnya (sifatnya). dia tetap di katakan gelas. Berbeda dengan aradh yang keberadaanya bergantung pada yang lain. Misalnya: warna merah yang diduduki pada gelas jika warnanya berubah jadi warna lain maka berubah dan bergeser pula esensi warna tersebut sedangkan gelas yang merupakan jauhar tidak demikian.


Selanjutnya  yaitu aradh (عرض) apa itu aradh, gampangnya ialah aradh itu berupa sifat yang melekat pada jauhar misalnya: benda itu panjang, lebar, berat, ringan, hijau, merah, kotor, bersih dan lain-lain. Namun aradh juga mempunyai klasifikasinya juga yaitu: kam, kayf, aina, mata, idhafah, milk, fiil dan infial.


  1. Kam (Kuantitas)


Ini merupakan pembagian aradh yang para filsuf mengartikannya dengan عرض بقيد قسمة لذت. Arady aksiden yang dapat dibagi dan ia menerima bagi karna suatu benda bersifat dengan aksiden tersebut.

  1. kayf (kualitas)


para filsuf mendefenisikannya sebagai arad yang tidak dapat dibagi tidak menerima nisbah karna dirinya sendiri contoh,warnamerah pada kertas apakah ia bisa dibelah? jawabanya” tidak” tapi bila kertas dibelah ia juga akan ikut terbelah jadi yang terbelah bukanlah sifat kewarnaannya tapi objektifitasnya yang terbelah.

  1. maqulat aina

Yaitu keadaan suatu objek hubungannya dengan tempat, misalnya:gelas diletakkan di atas meja. Dari situlah terjalin hubungan kebertempatan dengan objek tersebut.


  1. Maqulat mata yaitu keberadaan suatu objektivitas yang berada pada suatu waktu karena ada hubungan antara sesuatu tersebut dengan waktu. Contoh: saya balik ke Dayah kemarin/saya mengulang tadi malam.


  1. : Idafah (relasi)

Ialah hubungan antara sesuatu dan sesuatu yang lain,di mana baru kita dapati sesuatu tersebut dengan sesuatu yang lain, misalnya sifat keayahan. Jadi baru kita dapati sifat keayahan apabila dia punya anak.


  1. wadh

Yaitu hubungan antara bagian-bagian sebuah objek dengan sesuatu di luar darinya, sederhananya ialah hubungan yang terjadi antara sebuah jisim dengan perkara berbeda di alam sekitarnya.Misalnya:seseorang berdiri. Baru terjadi penetapan. Orang tersebut berdiri harus memperhatikan perkara lain(khariji) di luar jisim tersebut,seperti orang tersebut berdiri, kakinya di bawah sekaligus kepalanya di atas.


  1. Maqulat milk

Keadaan yang meliputi suatu jism atau sebagian jism yang ketika jism itu berpindah, ia ikut berpindah.Misalnya bulu pada tubuh kita yang ikut berpindah ketika kita berpindah.


9/10. maqulat fiil(aksi) dan infial(reaksi)

Maqulat ini adalah pada suatu benda ketika ia memberi pengaruh kepada benda lain.Seperti:panci yang berisi air kemudian didekatkan ke api ; air tersebut memengaruhi (memanaskan) air di dalam panci. Inilah yang disebut fiil. Sedangkan panasnya air di dalam panci disebabkan oleh panasnya api, dan ia pun menerima; inilah yang disebut maqlat infial atau reaksi yang disebabkan oleh adanya aksi.


Inilah sepuluh ilmu maqulat yang urgen bagi kaum penuntut untuk menelaahnya karena ia bisa dikatakan gerbang awal agar seseorang sampai pada keilmuan yang meyakinkan ketika ia menganalisis sesuatu.



selesai